Datasentris, Narator.co – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sitaro tahuna 2026, jumlah kunjungan wisman meningkat dari 2.459 kunjungan pada 2023 menjadi 4.012 kunjungan pada 2024.
Tren positif tersebut berlanjut pada 2025, ketika jumlah kunjungan mencapai 4.026. Sementara itu, hingga Agustus 2026, tercatat 3.018 kunjungan wisatawan mancanegara ke Sitaro.
Angka ini masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun, seiring belum masuknya data kunjungan September–Desember 2026.
Terjadi Lonjakan 63 Persen pada 2024
Data menunjukkan bahwa peningkatan paling signifikan terjadi pada 2024. Dibandingkan dengan 2023, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sitaro bertambah sebanyak 1.553 kunjungan atau tumbuh sekitar 63,2 persen.
Kenaikan tersebut menandai penguatan aktivitas pariwisata Sitaro dalam periode tersebut. Dari 2.459 kunjungan pada 2023, jumlahnya meningkat menjadi 4.012 pada 2024.
Pada 2025, pertumbuhan masih berlanjut, tetapi dengan laju yang jauh lebih lambat. Jumlah kunjungan bertambah 14, dari 4.012 menjadi 4.026, atau sekitar 0,35 persen.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa meskipun jumlah kunjungan tetap meningkat, laju pertumbuhan tahunan mengalami perlambatan setelah lonjakan pada 2024.
Agustus 2026, Kunjungan Wisman Sudah Mencapai 75 Persen dari Total 2025
Hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sitaro mencapai 3.018. Angka ini setara dengan sekitar 75 persen dari total kunjungan sepanjang 2025.
Dengan demikian, dalam delapan bulan pertama 2026, Sitaro telah membukukan jumlah kunjungan yang cukup besar dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.
Baca Juga: Tren Kunjungan Wisman ke Indonesia 2019-2024
Data yang tersedia tersebut pun memberikan gambaran awal mengenai perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sitaro dan membuka peluang untuk mengevaluasi kinerja pariwisata daerah hingga akhir 2026.
Variasi Destinasi Wisata Jadi Daya Tarik
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sitaro disinyalir turut dipengaruhi oleh pengembangan beragam jenis wisata untuk memperluas pasar wisatawan.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sitaro, Buyung Mangangue, Kamis (8/10/2026).
Potensi tersebut mencakup wisata bahari, ekowisata, wisata geologi, hingga wisata budaya yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung.
Baca Selengkapnya: Kunjungan Wisman ke Sitaro Melonjak, Ragam Destinasi Wisata jadi Magnet
Pulau Mahoro menjadi salah satu daya tarik melalui keindahan alam baharinya. Sementara itu, Pantai Temboko Lehi menawarkan fenomena air laut panas geotermal yang menjadi keunikan tersendiri bagi wisatawan.
Selain wisata bahari, Sitaro memiliki potensi ekowisata melalui keberadaan Tarsius tumpara, yang ditemukan di kawasan Danau Kapeta.
Keberadaan satwa tersebut membuka peluang pengembangan wisata observasi berbasis konservasi yang mengedepankan edukasi lingkungan dan pelestarian habitat.
“Model interaksi berbasis konservasi dengan habitat primata mungil ini menawarkan nilai literasi lingkungan yang sangat berharga,” ujar Buyung.
Pengembangan wisata berbasis konservasi dapat menjadi pembeda bagi Sitaro, terutama bagi wisatawan yang mencari pengalaman alam dan edukasi lingkungan.
Meski demikian, pengembangan kegiatan observasi satwa perlu memperhatikan perlindungan habitat dan meminimalkan gangguan terhadap satwa endemik.
Potensi lainnya mencakup wisata geologi dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari paket perjalanan antarpulau. (Andra)


Tidak ada Respon