Datasentris, Narator.co – Pertumbuhan ekonomi negara-negara di Asia Tenggara diproyeksikan menunjukkan arah yang berbeda pada 2026 dan 2027.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sejumlah negara diperkirakan mampu mempertahankan pertumbuhan tinggi, sementara negara lainnya menghadapi perlambatan sebelum kembali menguat pada tahun berikutnya.
Data proyeksi Bank Dunia dalam laporan East Asia & Pacific Economic Update – Riding the AI Wave edisi Oktober 2026 menunjukkan perbedaan prospek ekonomi tersebut dalam rentang waktu 2026-2027.
Vietnam menjadi negara di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, sementara Indonesia menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stabil hingga tahun depan.
Di sisi lain, Myanmar dan Thailand memiliki pertumbuhan terendah.
Daftar Isi
Pertumbuhan Ekonomi 2026: Vietnam Tertinggi, Indonesia Capai 5,2 Persen
Pada 2026, Vietnam diproyeksikan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,4 persen, tertinggi di antara sembilan negara yang tercantum dalam data.
Indonesia berada di posisi kedua dengan 5,2 persen, diikuti Malaysia sebesar 5,1 persen.
Timor-Leste dan Laos masing-masing diproyeksikan tumbuh 4,1 persen, sedangkan Filipina diperkirakan mencapai 3,7 persen. Kamboja menyusul dengan proyeksi 3,5 persen.
Sementara itu, Myanmar dan Thailand berada di posisi terbawah, dengan proyeksi pertumbuhan masing-masing 2 persen.
Perbandingan ini menempatkan Indonesia di kelompok negara dengan prospek pertumbuhan relatif tinggi.
Dengan proyeksi di atas 5 persen, pertumbuhan Indonesia berada 2,2 poin persentase di bawah Vietnam, tetapi sedikit lebih tinggi daripada Malaysia.
Proyeksi 2027: Ekonomi Filipina Menguat, Indonesia Tetap Stabil di Angka 5,2 Persen
Pada 2027, Vietnam masih diproyeksikan memimpin dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,3 persen, meskipun sedikit melambat dibandingkan proyeksi 2026.
Indonesia diperkirakan mempertahankan pertumbuhan sebesar 5,2 persen. Namun, Filipina diproyeksikan mencapai angka yang sama dengan Indonesia setelah pertumbuhannya diproyeksi meningkat dari 3,7 persen pada 2026 menjadi 5,2 persen pada 2027.
Malaysia justru diproyeksikan mengalami perlambatan menjadi 4,7 persen pada tahun 2027. Kamboja diperkirakan tumbuh 4 persen, sementara Timor-Leste dan Laos masing-masing mencapai 3,8 persen dan 3,7 persen.
Di kelompok dengan proyeksi pertumbuhan lebih rendah, Myanmar diperkirakan tumbuh 2,5 persen dan Thailand 2,3 persen.
Filipina mencatat kenaikan proyeksi terbesar di antara sembilan negara tersebut, yakni 1,5 poin persentase.
Sebaliknya, Malaysia mengalami penurunan 0,4 poin persentase, sedangkan Indonesia tidak menunjukkan perubahan proyeksi pertumbuhan.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa prospek ekonomi Asia Tenggara pada 2027 tidak bergerak dalam arah yang sama.
Sebagian negara diperkirakan mengalami penguatan, sementara lainnya menghadapi perlambatan.


Tidak ada Respon